Kamis, 17 Oktober 2013

Minions's name

Papooyyyy paapooyyy!!
hai guys, pasti tahu dong film Despicable Me 2 yang sukses membuat heboh para penggemar film di seluruh dunia, terutama dengan kehadiran para Minions yang lebih banyak jika dibanding film sebelumnya Despicable Me. Berbagai promosi dengan menggunakan Minions sebagai hadiahnya ataupun model iklannya, dijamin sukses menjadi bahan pembicaraan dan menyebar luas di dunia maya. Dan hal tersebut pun memancing rasa penasaran, siapa sajakah nama para Minions, makhluk kuning yang menggemaskan yang ternyata diisi suaranya oleh sang sutradara, Pierre Coffin dan Chris Renaud ini? Pada gambar di bawah ini ada sebagian kecil dari para Minions yang cukup sering muncul dan disorot pada filmnya, silahkan di cek



minion

minion

minions2

minions3

minions4

minions5

minions6

minions7

Selasa, 15 Oktober 2013

Tugas KWH

1. Pengertian Desain Produk Kerajinan Tekstil
Kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai tekstil sebagai bahan utama. Desain merupakan langkah awal dalam mewujudkan suatu karya seni, dan desain merupakan rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau penciptaan karya seni. Dengan demikian desain dapat diartikan sebagai suatu rancangan gambar yang nantinya dilaksanakan dengan tujuan tertentu yang berupa susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur. Jadi, Desain Produk Kerajinan Tekstil adalah rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau penciptaan karya seni yang dibuat atau memakai tekstil sebagai bahan utamanya.

2. Aneka Karya Kerajinan Tekstil di Nusantara
1. Karya Batik


Gambar 4 menunjukkan batik dari Surakarta. Ragam hias batik tersebut dinamakan parang seling naga. Sebagaimana kebanyakan ragam hias batik Surakarta, batik tersebut bercorak geometris. Ciri batik Surakartayang lain yaitu warna-warnanya yang kalem, dan monoton.

Lain halnya Gambar 5. Gambar 5 menunjukkan batik dari Garut, ragam hias batik tersebut dinamakanmerak ngibing. Batik dari Garut termasuk batik pesisir. Sebagaimana kebanyakan ragam hias batik pesisir, batik tersebut tampak naturalis, berwarna cerah, dan memiliki motif yang bervariatif.


2. Tas Daun Sagu dan Tenun Ulap Doyo

Gambar 6 menunjukkan tas daun sagu. Tas daun sagu banyak dibuat di Papua, sebab di Papua daun sagu melimpah. Tas daun sagu dibuat dengan teknik menganyam. Keistimewaan tas daun sagu terletak pada bahannya yang bersifat alami, serta motif-motif anyaman yang geometris.

Perhatikan juga kain tenun pada Gambar 7. Kain tenun merupakan hasil kerajinan dari Kalimantan Timur. Keistimewa an kain ini terletak pada bahan baku serta motifnya. Kain tenun ini dibuat dari serat ulap (daun)doyo, oleh karena itu dinamai tenun ulap doyo. Motif-motifnya kebanyakan berupa figur manusia, burung enggang, dan motif-motif khas Kalimantan Timur lainnya.


3. Kerajinan Roncean

Kedua gambar di atas menunjukkan hasil karya kerajinan roncean, yaitu tempat pensil dan anjat (tas tradisional Kalimantan Timur). Kerajinan roncean diminati oleh wisatawan sebagai cenderamata. Keistimewaan kerajinan roncean dari Kalimantan Timur terletak pada bahan, teknik, dan motifnya. Benda pakai seperti tempat pensil, dompet, dan anjat dibuat dari manik-manik berwarna-warni dengan ukuran yang sangat kecil. Untuk merangkainya diperlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Kendati manik-manik yang dirangkai sangat kecil, namun ke rajinan manik-manik Kalimantan Timur tetap tampil dengan motif-motif geometris yang rumit dan indah. Motif pada kerajinan manik-manik kebanyak an mengambil motif tradisional daerah setempat yang biasa diterapkan juga pada ukiran dan kain.


3. Fungsi Karya Kerajinan Tekstil
a. Karya kerajinan benda pakai
Kerajinan benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang dipakai sebagai alat, wadah, atau dikenakan pada tubuh manusia. Contoh benda (karya) pakai antara lain berupa pakaian, tas, sepatu, sandal, kain sprei, ikat pinggang, dompet, dan peralatan makan.
b. Karya kerajinan benda hias
Kerajinan benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan. Contoh benda hias, gantungan kunci, peplika kue, dan bingkai foto yang terbuat dari kerajinan flanel.

Kamis, 10 Oktober 2013

Q.S Al-Bayyinah (5) Q.S Al-Mukminun (14) Q.S Al-Ahzab (56) Q.S An-Nahl (125)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(QS: Al-Bayyinah Ayat: 5)

Isi Kandungan Surah Al-Bayyinah ayat 5
a.       Manusia diciptakan hanya untuk menyembah kepada Allah SWT
b.      Manusia diwajibkan mengingat Allah SWT diwaktu berdiri, duduk, maupun berbaring Firman Allah SWT
c.       Menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan menjauhkan diri dari sifat-sifat kemusyrikan. Artinya menjalankan agama haruslah dengan lurus, yaitu jauh dari syirik dari kesesatan-kesesatan.
Wujud dari sifat musyrik dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1)      Percaya adanya Allah, tetapi tidak mau melaksanaka perintah-Nya,
2)      Memutuskan perkara tidak sesuai dengan ketentuan Allah padahal ia mengetahui dan menyakini kebenaran hukum Allah SWT,




ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا 
الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."(Q.S. Al- mu'minun : 14)


Isi Kandungan 
a.) Manusia diciptakan dari saripati tanah yang kemudian mengalami proses dalam beberapa fase penciptaan dankejadiannya.

b.) Allah adalah sebaik-baik pencipta karena seluruh penciptaan tersebit membuktikan bahwa Allah secara detail mempersiapkan segala hal yang memungkinan adanya kehidupan suatu mahluk ciptaan-Nya,termasuk manusia.


c.) Proses kejadian manusia terbukti melalui Al-quran dan ilmu pengetahuan sehingga hal tersebut harus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.






إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
(QS: Al-Ahzab Ayat: 56)

Bulan Sya’baan antara yang berlaku ialah dalam bulan ini diwahyukan Allah ayat 56 surah al-Ahzab yang memerintahkan kita supaya mengucapkan sholawat dan salam ke atas Junjungan. Sehingga dikatakan oleh ulama: “Bulan Rajab untuk istighfar, bulan Sya’baan untuk sholawat dan bulan Ramadhan untuk membaca al-Quran.” Oleh itu mari kita tingkatkan lagi ucapan sholawat dan salam kita dengan penuh rasa kecintaan dan kerinduan kepada Junjungan s.a.w. Allahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaih wa ‘ala aalih.

Q.S An-Nahl (125)

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 

Dalam ayat tersebut terdapat tiga metode dakwah yang harus kita laksanakan sebagai seorang da’i
:
1.    Berdakwah dengan Hikmah.
                   Dalam tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Jarir menyebutkan bahwa maksud dari kata hikmah adalah wahyu yang telah diturunkan oleh Allah berupa Al-Qur’an dan as-Sunnah.
                   Selain pengartian kata hikmah denga kedua wahyu tersebut, M. Abduh berpendapat bahwa hikmah adalah mengetahui rahasia dan faedah dalam tiap – tiap hal. Hikmah juga diartikan dengan ucapan yang sedikit lafadz akan tetapi memiliki banyak makna atau dapat diartikan meletakkan sesuatu sesuai tempat yang semestinya. Orang yang memiliki hikmah disebut al-hakim yaitu orang yang memiliki pengetahuan yang paling utama dari segala sesuatu. Selain itu Al-Zamaksyari mengartikan kata al-hikmah dalam al-Kasyaf dengan sesuatu yang pasti benar. Al-Hikmah adalah dalil yang menghilangkan keraguan ataupun kesamaran. Selanjutnya beliau menyebutkan bahwa al-hikmah juga diartikan sebagai al-Qur’an yakni ajaklah manusia mengikuti kitab yang memuat al-hikmah.
                   Dari pengertian di atas dapat difahami bahwa al-hikmah adalah kemampuan da’idalam memilih dan menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi obyektif mad’u. selain itu al-hikmah juga merupakan kemampuan da’i dalam menjelaskan doktrin- doktrin Islam serta realitas yang ada dengan argumentasi yang logis dan bahasa yang komunikatif. Oleh karena itu, al-hikmahadalah sebuah system yang menyatukan antara kemampuan teoritis dan praktis dalam dakwah.

2.    Berdakwah dengan al-Mau’idzah al-hasana ( pelajaran yang baik )
       Dalam tafsir Al-Baghawi dijelaskan bahwa  berdakwah dengan al-mau’idzah al-hasanahadalah mengajak manusia dengan memberikan motivasi dan juga penakutan atas perbuatan buruk yang dilakuakan. Selain itu diartikan pula bahwa maksud dari al-mau’idzah al-hasanah adalah ucapan yang lembut yang tidak mengandung kekerasan.
       Dalam kitab zad al-Masir fi ‘ilmi al-Tafsir milik Jamal al-Din ‘Abdu al-Rahman al-Jauzi disebutkan bahwa makna dari al-mau’idzah al-hasanah ada dua yang pertama adalah pelajaran dari Al-Qur’an berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas dan yang kedua adalah adab yang baik yang telah ma’ruf.
       Sedangkan dalam tafsir al-Manaar diartikan bahwa al-Mau’idzah adalah bentuk isim dari lafadz wa’adza yang artinya wasiat kepada kebenaran dan kebaikan juga wasiat untuk menjauhkan diri dari kebatilan dan keburukan dengan jalan memberikan motivasi dan penakut-nakutan dimana dengan hal itu akan msampai ke hati yang diberi wasiat yang akan menjadikan orang tersebut mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan.
                   Dari pengertian di atas maka al-mau’idzah al-hasanah mengandung beberapa hal berikut :
a.    Nasihat ataupun petuah
b.    Bimbingan dan pengajaran
c.    Kisah – kisah
d.   Kabar gembira dan peringatan
e.    Wasiat ( pesan – pesan positif )

Dari kandungan – kandungan di atas maka al-mau’idzah al-hasanah akan mengandung arti kata – kata yang masuk ke dalam hati dengan penuh kasih saying dank e dalam perasaan dengan penuh kelembutan di mana hal itu lebih dapat memberikan dampak pada orang yang didakwahi.
3.    Berdakwah dengan melakukan bantahan dengan cara yang baik.
                   Dalam pengerian bahasa kata mujadalah diambil dari kata jadala yang berarti memintal, ataupun melilit. Kemudian kata tersebut diikutkan pasda wazan faa’ala menjadi kata jaadala yang berarti berdebat atau berbantahan dengan.
                   Secara istilah kata mujaadalah memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Menurut Sayyid Muhammad Thanthawi mujadalah berarti upaya untuk mengalahkan pendapat  lawan dengan memberikan argumentasi dan bukti yang kuat.
b.      Menurut tafsir Al-Nasafi kata tersebut berarti berbantahan dengan jalan sebaik – baiknya antara lain denga perkataan yang lunak, lemah lembut, tidak dengan perkataan yang kasar atau dengan mempergunakan suatu perkataan yang bisa menyadarkan hati, membangunkan jiwa dan menerangi akal pikiran.


Begitulah tiga metode dakwah yang telah disebutkan dalam surah An-nahl ayat 125. Setelah hal tersebut Allah menutup dengan firman-Nya :

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

Dalam potongan ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa pemberian hidayah agar seseorang itu menerima dakwah adalah hak Allah Ta’ala, kewajiban kita adalah berdakwa sesuai kemampuan kita. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ  [القصص: 56]
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.

Semoga kita dapat berdakwa sesuai apa yang telah Allah tunjukkan kepada kita. Amin:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
 "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, Dan mudahkanlah untukku urusanku, Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku”)